BMKG memperkirakan puncak musim kemarau pada Agustus nanti. Sedangkan curah hujan untuk tiga bulan ke depan Juli, Agustus sampai September berkisar antara 0 sampai 10 mm per bulan, atau kriterianya rendah.
Pantauan BMKG dan beberapa lembaga internasional terhadap kejadian anomali iklim global di Samudera Pasifik, tambah Etik, menunjukkan kondisi El Nino Lemah. Sedangkan Anomali SST di wilayah Samudera Hindia menunjukkan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga Oktober November Desember (OND) 2019.
Karena itu, masyarakat diimbau agar waspada dan berhati-hati terhadap kekeringan. Kondisi ini bisa berdampak terjadap sektor pertanian dengan sistem tadah hujan. Kekeringa juga akan menyebabkan pengurangan ketersediaan air tanah (kelangkaan air bersih). "Dampaknya juga bisa meningkatan potensi kemudahan terjadinya kebakaran," ucap Etik.
Humas PMI DIY Warjiyani mengatakan permintaan droping dari masyarakat terus mengalami peningkatan. PMI juga telah melakukan melakukan droping sejak beberapa pekan ini. Droping air bersih dilakukan di wilayah Gedangsari, Gunungkidul sebanyak 25.000 liter. "Kita akan terus bantu masyarakat dengan droping air bersih,” katanya.