Di Kabupaten Kulonprogo hanya ada satu kecamatan berstatus Awas, yakni, Panjatan. “Di wilayah awas ini hujan sudah kebih dari 61 hari dan prospek curah hujannya rendah,” kata Etik.
Sedangkan untuk status Siaga, kata Etik, mendasarkan pada hari tanpa hujan lebih dari 31 hari dan prospek hujan kurang dari 10 mm per 10 hari. Hal ini terjadi di empat kabupaten meliputi Kulonprogo, Bantul, Gunungkidul dan Sleman.
Di Kabupaten Bantul ada delapan daerah berstatus Siaga kekeringan, yakni Pleret, Piyungan, Bambanglipuro, Pundong, Dlingo, Kretek, Kasihan dan Sedayu. Kabupaten Sleman ada 16 kecamatan antara lain, Berbah, Prambanan, Ngemplak, Cangkringan, Seyegan, Moyudan, Minggir, Kalasan, Ngemplak, Pakem, Depok, Gamping, Turi, Godean, Sleman, dan Ngaglik.
Sedangkan di Kulonprogo, daerah berstatus Siaga meliputi Kokap, Pengasih dan Girimulyo). Sementara di Gunungkidul ada tujuh kecamatan, yakni Patuk, Purwosari, Ngawen, Nglipar, Playen dan Semin.
"Dari monitoring terhadap perkembangan musim kemarau menunjukkan seluruh DIY sudah memasuki musim kemarau dan secara periodik menguat setiap bulannya," ujarnya.