3 Tahun Vakum karena Covid-19, Dinas Kebudayaan Kulonprogo Gelar Tradisi Nyadran Agung

Budi Utomo
Peserta Nyadran Agung mengambil gunungan apem yang disiapkan panitia. (foto: doc/ istimewa)

Gunungan apem atau kue apem memiliki filosofi memohon ampunan. Sedangkan Nasi Tumpeng menjadi bagian simbol hubungan manusia dengan Sang Pencipta, serta gunungan hasil bumi sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang melimpah. 

“Gunungan ini akan dikirab dari DPRD Kulonprogo menuju Alun-alun Wates dengan pengawalan bregada. Usai didoakan akan diperebutkan atau rayahan,” kata Kepala Bidang Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni, Dinas Kebudayaan Kulonprogo, Wruhantoro. 

Sedangkan puncaknya akan dilaksanakan pentas wayang kulit semalam suntuk Totok Hadi Sugito dan diawali dengan pentas dalang anak. Nyadran Agung ini juga akan dihadiri warga Kulonprogo perantauan. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup

57 tahun lalu

Hujan Deras, Tebing Longsor di Kulonprogo Terjang Rumah Warga

57 tahun lalu

Kisah Pilu Siswi SD di Kulonprogo, Sekolah Sambil Momong Adik karena Ibunda Derita Kanker

57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Tebing Longsor di Kulonprogo Timpa Rumah Warga

57 tahun lalu

Emosi Tim Voli yang Didukungya Kalah, Pemuda di Kulonprogo Tikam 2 Suporter Lawan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal