Heru mengatakan, guguran awan panas yang keluar dari puncak Merapi sejak pagi hingga siang terekam sebanyak 18 kali dengan durasi 21 hingga 71 detik dan mengarah ke hulu Kali Gendol. “Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya terpantau lewat kamera CCTV berupa awan panas guguran/ dengan jarak luncur antara 200 hingga 1 km. Tinggi kolom sekitar 400 meter condong angin ke timur,” kata Heru.
Selain di Sleman, hujan abu juga melanda Dusun Stabelan, Desa Telogolele, Kecamatan Selo, Boyolali, Jateng. Abu vulkanik tersebut diduga berasal dari Gunung Merapi yang sepanjang pagi hingga siang terus mengeluarkan guguran awan panas. Meski demikian, warga tidak panik dan tetap beraktivitas biasa.
Warga Dusun Stabelan, Reban mengatakan, hujan abu tipis sempat terjadi pagi tadi namun tidak berlangsung lama. “Ada hujan abu, tapi tipis. Warga sini tuh tenang-tenang saja,” ucapnya.