Dinas Perikanan dan Kelautan Kulonprogo, kata Sudarno juga akan membantu warga yang ingin tetap menekuni usaha budidaya tambak dengan menyiapkan lahan di Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo.
Sementara itu salah satu petambak, Purwoko mengaku, akan tetap bertahan dan tidak ingin tambak udangnya digusur. Saat ini dia baru saja menabur benih udang dengan usianya saat ini baru 30 hari.
“Sebelum ada kejelasan, saya tidak mau pindah,” terangnya.
Menurutnya, harga sewa lahan yang ditawarkan di Banaran tidak masuk akal. Harganya cukup mahal dan mencapai ratusan juta.
“Ini akan sangat memberatkan petambak yang ingin merelokasi usahanya disana,” katanya.