Hal senada juga disampaikan Ridho (33), warga Medan Timur. Ia menilai Pertamina tak becus mengurusi distribusi BBM yang notabene bisnis utama mereka.
"Sudahlah Premium menghilang, kini Pertalite dan Pertamax juga hilang. Mungkin Pertamina butuh pesaing supaya kinerjanya naik kelas. Jangan amatir begini lah ngurusi BBM aja ga becus," ucapnya.
Ridho mengatakan selama ini Pertamina selalu berkampanye agar masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Kalau sudah begini daripada repot antri dan enggak ada kepastian dapat BBM, lebih baik meninbun di rumah. Seperti penjual besin eceran di jalan itu kan bisa beli banyak-banyak," ucapnya.
Sejauh ini belum ada penjelasan lanjutan dari Pertamina terkait kekosongan ini. Manager Humas PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Taufikurrahman, yang coba ditanyai, belum memberikan jawaban.
Namun sebelumnya Pertamina mengaku kekosongan ini terjadi akibat adanya peningkatan konsumsi BBM pasca pelonggaran PPKM di wilayah Medan. Kenaikan mencapai 10 persen dari rata-rata konsumsi harian.
Selain itu, kekosongan juga disebabkan kendala distribusi akibat gelombang laut yang cukup tinggi hingga menyulitkan kapal tangker bersandar dan memasok BBM ke terminal Pertamina.
Meski begitu, Pertamina sempat menjamin keamanan pasokan BBM di Sumut hingga 11 hari.