MEDAN, iNews.id - Ratusan warga di Kelurahan Belawan Bahari, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (21/7/2021) dini hari menjelang subuh terlibat tawuran. Tawuran yang berulang terjadi tersebut dinilai karena masyarakat Belawan kehilangan local leader atau pemimpin di tingkat lokal yang bisa mencegah terjadinya tawuran antarwarga di lokasi tersebut.
Pengamat sosial dari Universitas Sumatera Utara (USU) Agus Suryadi mengatakan dari sudut pandang ilmu sosial tawuran yang terus menerus terjadi menjadi bukti di level grass root masyarakat kehilangan local leader. Pemimpin di tingkat lokal seharusnya bisa menjadi barometer dan panutan warga maka tawuran bisa diselesaikan di tempat.
"Namun peristiwa ini juga dipengaruhi faktor psikologis masyarakat terkait perkembangan kondisi sosial ekonomi hingga pola kultur yang tidak akomodir dengan baik," kata Agus saat dihubungi iNews.id, Rabu (21/7/2021).
Kondisi-kondisi tersebut dinilai membuat warga kerap menyelesaikan persoalan yang ada di tengah mereka dengan pola yang mereka pikirkan seperti tawuran ataupun kekerasan.
"Ini kan (tawuran) sebenarnya hanya karena persoalan sepele. Namun karena tidak ada local leader yang bisa menjembatani persoalan di masyarakat. Sehingga tersinggung mereka selesaikan dengan cara kekerasan," ucapnya.