Wakil Wali Kota Medan Minta Menag Minta Maaf terkait Polemik Suara Azan dan Gonggongan Anjing

Stepanus Purba
Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman (Foto: Istimewa)

"Suara azan itu harus kuat dan keras agar dapat didengar dan menyadarkan kita umat Muslim untuk sesegera mungkin melaksanakan ibadah sholat wajib setiap harinya," kata Aulia Rachman.

Menurut dia, Menag Yaqut Cholil seharusnya tidak membandingkan suara azan dengan suara gonggongan anjing. Kalaupun memang ingin memberi penjelasan terkait Surat Edaran Nomor 5 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala yang memuat pembatasan penggunaan sepiker masjid, gunakan analogi yang sesuai.

"Jikalah yang disampaikan bapak Menteri itu bertujuan untuk mempermudah penjelasan terkait speakers gunakanlah analogi bahasa yang sesuai dan pas bukan sebaliknya," katanya.

"Khôtibun-nas 'ala qodri ukulihim. Berbicaralah dengan manusia itu sesuai dengan tingkatan akal mereka," kata Aulia.

Aulia juga mengatakan, penggunaan bahasa dan analogi yang sesuai sangat penting. "Saya rasa era saat ini, hampir keseluruhannya semua orang sudah memiliki tingkat ilmu serta nalar adab bahasa yang bijak dan berpendidikan," ujarnya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menag Salurkan Bantuan Setengah Miliar untuk Guru Madrasah dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua

57 tahun lalu

Menag Kunjungi Korban Longsor Cisarua, Pastikan Masjid Pulih Sebelum Ramadhan

57 tahun lalu

LBH Ansor Bali Soroti Kasus Kuota Haji yang Jerat Gus Yaqut Jadi Tersangka Korupsi

57 tahun lalu

Hadiri Natal di Katedral Manado, Menag Tekankan Pentingnya Persaudaraan

57 tahun lalu

Menag Pastikan Logistik hingga Pemulihan Rumah Ibadah Jadi Prioritas Pascabencana Sumatra

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal