KARO, iNews.id- Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi Sabtu, (8/8/2020) lalu, menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian milik warga di Desa Namanteran, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo terancam gagal panen. Pasalnya, tanaman warga rusak akibat tertutup abu vulkanis dari Gunung Sinabung.
Dari pantauan iNews.id, tebalnya abu vulkanis Gunung Sinabung menutupi lahan pertanian warga. Tebalnya abu, menyebabkan daun yang hijau berubah menjadi warna keabu-abuan. Tak hanya itu, abu vulkanis juga menyebabkan tanaman warga yang akan dipanen dalam waktu dekat menjadi rusak parah.
Salah seorang petani di Desa Namanteran, Saha Ginting mengatakan, dia menanam tomat dan cabai merah di lahan pertaniannya masing-masing 2.000 batang dan 1.500 batang. Akibat terkena paparan abu vulkanis Gunung Sinabung, kedua jenis tanamannya tersebut kini mengalami rusak parah.
"Kalau melihat kondisi saat ini, pasti gagal panen karena rusak parah tanamannya," kata Saha Ginting, Senin (10/8/2020).
Gagal panen ini membuat kondisi ekonomi para petani di Desa Namanteran semakin terjepit. Pasalnya di tengah pandemi Covid-19, para petani hanya bergantung pada hasil pertanian .