Sejumlah teman dan guru yang melihat korban berdiri di tepi lantai atas sempat berupaya berlari untuk menolong dan mencegahnya. Namun, aksi tersebut tak tertolong; CWY melompat jatuh dan mengalami patah tulang.
Mengenai motif di balik aksi nekat ini, pihak sekolah masih belum bisa memastikan.
Rainald Panjaitan menambahkan bahwa sebelumnya, orang tua korban telah mengirimkan surat kepada sekolah yang menyebutkan bahwa CWY sedang dalam masa pemulihan terkait kesehatan mental.