Sudah dua bulan ini premi BPJS Kesehatan miliknya tak terbayar. Tak ada lagi uang untuk membayar biaya tunggakan dan kebutuhan pengobatan anaknya.
Rahmat enggan menyerah dengan keadaan. Namun dia berharap belas kasih sesama. Dia pun memutuskan untuk jual ginjal miliknya.
Dia kemudian menuliskan niatnya tersebut ke dalam karton merah muda berukuran besar dan mengikat serta mengalungkannya di leher. Tulisan dalam karton itu berisi ‘Saya Menjual Ginjal Untuk Kebutuhan Biaya Pengobatan Anak Saya Penyandang Disabilitas. Warga Miskin’.
Dari rumah kecilnya, dia bersama istri dan anaknya Siti Rahayu kemudian berjalan menuju perempatan Simpang Pinang Baris. Mereka bertiga berdiri di tengah jalan berharap ada warga yang mau membeli ginjal miliknya.
Rahmat mengaku sudah dua hari terakhir menjajakan ginjal untuk biaya pengobatan anak. Panas terik matahari dia tak peduli. Semua untuk anak satu-satunya.