Saat turun ke lokasi, pihak masih mendapati ikan yang mati namun tidak sebanyak unggahan foto yang viral di Facebook. Menurutnya, sudah banyak bangkai ikan yang dibawa ke tengah ketika air laut mulai pasang.
"Lagi-lagi kita tunggu hasil lab dulu. Masuk lab semalam (Rabu) dan hasilnya keluar 2 minggu lagi," katanya.
Azhar mengatakan berdasarkan catatan di Pemkab Batubara, kejadian kematian ikan tersebut merupakan pertama kali terjadi. Namun pihaknya masih menelusuri dari masyarakat apakah kejadian tersebut pernah terjadi sebelumnya.
"Di kawasan tersebut ada beberapa industri yang beroperasi. Hanya saja apa pun penyebab kematian tidak bisa dari menduga-duga, namun dari hasil laboratorium," ujarnya.
Sementara itu, pengamat lingkungan hidup, Jaya Arjuna mengatakan, kematian ribuan ikan ini harus ditangani dengan serius karena bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, penelusuran itu tidak hanya pada sampel air melainkan juga perusahaan apa saja yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.
"Ini harus ditangani dengans serius karena jelas merugikan masyarakat. Ini kejadian sudah berulang kali terjadi. Kita semua harus tahu, perusahaan apa yang beroperasi di sekitar itu. Ini berkaitan dengan kehidupan masyarakat nelayan," katanya.