Ratusan Burung Selundupan dari Thailand Dimusnahkan di Kualanamu, Poksay hingga Cica Daun 

Boby Pakpahan
Ratusan burung hasil penyelundupan diduga berasal dari Thailand, sebagian ditemukan mati dan terindikasi tidak sehat. (Foto: Boby Pakpahan).

MEDAN, iNews.id – Badan Karantina Indonesia bersama Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sumatera Utara serta Bea Cukai Langsa memusnahkan ratusan burung hasil penyelundupan diduga berasal dari Thailand. Sebagian burung ditemukan sudah mati dan terindikasi tidak sehat.

Sebanyak 138 ekor Poksay Hongkong dan 141 ekor Cica Daun dimusnahkan pada Selasa (12/8/2025) pagi di Satuan Pelayanan Kualanamu. Pemusnahan dilakukan dengan metode penimbunan, sesuai prinsip animal welfare atau kesejahteraan hewan.

Burung-burung tersebut merupakan hasil penindakan Tim P2 Bea Cukai Langsa yang menggagalkan penyelundupan satwa menggunakan speedboat dari Thailand menuju Aceh Tamiang, Sabtu lalu. Rencananya, ratusan burung itu dibawa ke Medan menggunakan mobil.

Kepala Karantina Sumatera Utara, N. Prayatno Ginting mengatakan, pemusnahan dilakukan untuk mencegah masuknya hama penyakit hewan karantina dan melindungi keanekaragaman hayati Indonesia.

“Tindakan ini penting untuk menjaga ekosistem dan mencegah penyebaran penyakit dari satwa yang tidak sehat,” ujar Prayatno.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Puluhan Satwa Dilindungi Kembali Diamankan Petugas di Saumlaki, Burung Nuri hingga Kakaktua

57 tahun lalu

Selundupkan 51 Burung Dilindungi, 2 Penadah Satwa Liar di Makassar Ditangkap

57 tahun lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan 47.872 Benih Lobster Senilai Rp7 Miliar di Jambi

57 tahun lalu

Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 100.000 Benih Lobster Senilai Rp10 Miliar

57 tahun lalu

4 Warga Bukittinggi Ditangkap Bawa Ganja 150 Kg di Agam Sumbar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal