“Saya berharap pada warga Medan dapat menggunakan kereta ini dengan baik. Supaya apa, kita mengungi jumlah angkutan individu ke Bandara Kualanamu agar Kota Medan tidak macet,” katanya.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengungkapkan, pembangunan jalur layang KA sepanjang 10,8 kilometer tersenit merupakan sarana pelengkap lainnya yang dibiayai APBN/SBSN sebesar Rp2,86 triliun.
Sejak pertama kali dioperasikan pada 1 Desember 2019, jumlah penumpang naik sekitar 10 persen. Pada Desember, jumlah penumpang mencapai 50.630 dari sebelumnya 48.719 di November 2019.