Kapolres mengungkapkan, Aiptu Pariadi diduga menembakkan senjata apinya ke istrinya sebanyak dua kali. Setelah itu, dia bunuh diri dengan satu kali tembakan di bagian kepalanya.
“Kalau dari kasat mata ada tiga luka di bagian kepala. Artinya memang ada tiga kali letusan senjata api. Kita masih menunggu hasil visumnya di RS Sultan Sulaiman,” katanya.
Jenazah Aiptu Pariadi dan istrinya sudah dimakamkan di pemakaman umum Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, sekitar 500 meter dari rumah duka. Kedua jenazah dimakamkan saling berdekatan.
Kepala Desa Lidah Tanah, Usman mengatakan, selama hidupnya Aiptu Pariadi dikenal baik dan bergaul dengan tetangga. Sedangkan istri korban aktif dalam kegiatan ibu-ibu PKK.
“Sehar-hari, almarhum ini sangat baik sama tetangga juga. Istrinya juga aktif berkegiatan di desa,” katanya.
Usman mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. “Ya terkejut lah. Kami tidak tahu kalau ada cekcok hingga berakhir begini,” ucapnya.