Pengelola Panti Asuhan Eksploitasi Kesedihan Anak di TikTok, Partai Perindo Minta Pemerintah Perketat Pengawasan

Dimas Choirul
Respons Partai Perindo terkait Pengelola Panti Asuhan Ngemis Online dengan Eksploitasi Anak (foto: Tangkapan Layar)

Lalu hasil sumbangan masyarakat justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi membeli sebidang tanah.

Menurutnya, ada tiga kesalahan di kasus ini. Pertama, eksploitasi kesedihan anak. Kedua, penyalahgunaan media sosial TikTok untuk penggalangan dana.

"Ketiga, penyelewengan bantuan publik yang dipakai untuk kepentingan pribadi," kata Yerry.

Supaya kasus seperti ini tidak berulang lagi, Yerry meminta Pemerintah mengatur regulasi penggunaan TikTok. 

"Harus ada batasan yang jelas apa yang boleh dan tidak boleh ditayangkan di TikTok. Media sosial seperti TikTok bukan untuk jualan dan sarana penggalangan dana," ujar Yerry.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pendidikan Gratis Belum Terimplementasi Setahun Pascaputusan MK, Binsar Simarmata Minta Kadisdik Medan Ambil Peran

57 tahun lalu

Aksi Demo Mahasiswa di Medan Memanas, Rantis Polisi Diadang Massa

57 tahun lalu

Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas

57 tahun lalu

Demo Mahasiswa di Lapangan Merdeka Medan Ricuh, Massa Sandera Truk TNI

57 tahun lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu 9 Kg di Asahan, 3 Kurir Perempuan Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal