MEDAN, iNews.id- DPRD Kota Medan menilai penerapan isolation cluster oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan gagal untuk menahan laju penyebaran Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan jumlah pasien positif yang terus mengalami peningkatan.
Anggota DPRD Kota Medan Edi Saputra menilai penerapan isolation cluster yang dilakukan Pemko Medan tidak tepat sasaran dan gagal menekan angka penyebaran Covid-19. Sejak diterapkan di awal Mei 2020, angka pasien positif Covid-19 terus bertambah hingga mencapai 3 kali lipat.
"Isolation Cluster ini cuma ada di Medan. Ini karena wali kota tidak mau berdiskusi dengan DPRD untuk merancang perwal penanganan Covid-19," kata Edi.
Menurutnya, kebijakan yang diambil Pemko Medan seharusnya lebih memperkuat tenaga medis, obat-obatan serta infrastruktur untuk penanganan Covid-19. Tak hanya itu, dia juga menilai penetapan status terhadap pasien juga kerap dilakukan secara sembarangan.
"Banyak korban ini masih batuk, demam langsung dijadikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kalau meninggal dunia jadi Covid-19," kata Edi.