PAD Pemkot Medan Merosot hingga APBD Dikoreksi 40 Persen akibat Dampak Corona

Stepanus Purba
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id- Penyebaran corona di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan berdampak pada melemahnya perekonomian. Kondisi ini sekaligus menggerus pendapatan asli daerah (PAD) dan berkurangnya APBD karena dialihkan untuk penanganan corona.

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, tutupnya operasional kafe, mal hingga hotel menyebabkan Pemkot Medan tak memeroleh pajak restribusi dari kegiatan perekonomian. Akibatnya, target PAD dikoreksi sampai 40% koreksi dari target semula. 

"PAD dari sektor hotel dan restoran yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar turun drastis. Bukan hanya kepada masyarakat saja yang susah. Pemerintah juga susah," ujar Akhyar, Rabu (22/4/2020). 

Selain mengalami pengurangan PAD yang cukup signifikan, Akhyar juga menyebut Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat juga dipotong. Pusat memutuskan tidak akan mengalokasi DAK fisik pada tahun ini. 

"DAK fisik dihapuskan, sedangkan Dana Alokasi Umum (DAU) dipotong hingga 10%. DAU ini peruntukkannya untuk membayar gaji TPP dan THR ASN," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Camat Medan Maimun Dicopot, Diduga Pakai KKPD Rp1,2 Miliar untuk Judol dan Bayar Utang

57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Pemkot Medan Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana hingga 25 Desember

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal