Sebelumnya, orang utan ini ditemukan petugas di Desa Aek Batang Payah, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (19/9/2019) lalu. Saat ditemukan, kondisi Paya sangat memprihatinkan lantaran menderita luka sobek di bagian dahi dan lengan bagian bawah yang diduga akibat senjata tajam (sajam).
Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi mengatakan sifat liar Paya masih ada, jadi kemungkinan besar dapat bertahan di alam. “Kata dokter yang merawat, dia sudah sehat, makanya kita bawa ke sini,” katanya.
Dari catatan BBKSDA Sumut, ini merupakan kali pertama pelepasan Orang Utan Tapanuli setelah spesies ini ditemukan awal November 2017 silam. Namun untuk orang utan secara umum, BBKSDA sudah beberapa kali melepasliarkan hewan primata ini.
Guna mengantisipasi orang utan tersebut masuk ke pemukiman warga, petugas akan melakukan pemantauan selama sepekan ke depan.