Ketika mulai menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat, Purbaya mulai merasakan tantangan yang berat.
Dia awalnya yakin bisa menguasai bidang tersebut, namun kenyataannya jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan.
"Ternyata susah itu sekolah ekonomi itu. Jadi saya pikir saya kan, orang ITB kan sombong ya. Masuk perusahaan yang susah masuknya, gaji gede. Itu susah sekali ininya, teknologi juga susah,"
"Saya sudah nguasain semuanya. Saya pikir, ah, kalau saya sudah sepintar ini, gak ada yang gak bisa saya kuasain, pasti saya jagoan. Ternyata begitu belajar ekonomi, dua bulan udah pusing. Saya enggak ngerti, bukan enggak ngerti bahasa Inggris, ilmunya terlalu tinggi karena saya masuk dari S-1 langsung S-3," katanya.
Di tengah kesulitan itu, Purbaya sempat ingin menyerah dan pulang ke Jakarta. Dia menyampaikan niat tersebut kepada istrinya, Ida Yulidina, namun respons Ida sangat tegas dan mengejutkan: ia mengancam akan menceraikan Purbaya jika menyerah.