Atas kejadian tersebut, korban kehilangan satu unit motor Honda Beat BK 2915 AHW, sepasang kerabu emas dan uang tunai Rp250.000.
Diketahui, kejadian ini berawal saat Rahmadina pulang mengantar anaknya ke rumah mertua di Jalan Brigjen Katamso Medan pada Rabu (15/4) pukul 20.30 WIB. Seusai mengantar putrinya, dia pulang ke rumah.
"Saya langsung pulang. Anak saya tinggal tempat mertua," ucap Dina.
Namun, ketika di Jalan AH Nasution, tepatnya di Underpass Titikuning, korban tiba-tiba dipepet dua pria berboncengan sambil merampas tasnya. Dengan cepat Dina mempertahankan tas itu hingga terjatuh dan terluka di sekujur tubuh.
"Saya tidak sadar lagi di situ, tapi saya masih memegang tas dan motor masih saya lihat," katanya.
Lantaran aksinya gagal, dua pria itu langsung melarikan diri. Sementara korban masih tergeletak di jalan. Kemudian muncul seorang penolong yang mengaku sebagai anggota polisi. Dengan kondisi lemas, orang itu membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Sejati untuk mendapatkan perawatan.
Namun tanpa disadari, pria yang mengaku anggota polisi itu mengambil kunci motor dan STNK serta anting yang ada di tas korban saat di dalam rumah sakit. Awalnya korban tak curiga dengan kebaikan orang tersebut hingga akhirnya sadar jadi korban tipu daya dan kehilangan motor serta uang tunai.