Berita dimaksud soal peristiwa demo organisasi keagamaan di Kabupaten Karo yang menuntut agar Kapolres Tanah Karo dicopot lantaran maraknya judi, prostitusi dan narkoba.
Setelah pemberitaan muncul, pimpinan media Tribrata TV sempat menghubungi Sempurna Pasaribu. Korban bilang saat itu dia aman-aman saja. Namun korban bercerita pada teman-temannya jika dia merasa was-was setelah pemberitaan tersebut.
Dia dan rekannya kemudian mendapatkan ‘warning’ dari ketua ormas di Kabupaten Karo bahwa mereka sedang diikuti.
Ketua ormas yang mengenalnya meminta agar korban dan temannya untuk tidak pulang ke rumah. Korban lalu memutuskan untuk tidak kembali ke kediamannya selama beberapa hari.
Korban juga sempat mengaku pada temannya ingin menginap di Polres Tanah Karo demi keamanan. Karena alasan ini pula, korban tak bisa dihubungi.