SIMALUNGUN, iNews.id – Tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di perairan Danau Toba, membawa duka mendalam bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut). Hingga empat hari setelah kejadian, masih ada 192 orang hilang sesuai data terakhir, yang ditengarai sebagai penumpang kapal nahas tersebut.
Informasi yang dirangkum iNews, KM Sinar Bangun merupakan satu di antara jenis kapal wisata yang biasa melayani rute Parapat-Pulau Samosir atau sebaliknya. Sesuai keterangan pemerintah, kapal ini hanya berkekuatan 35 gross ton (GT) dengan kapasitas 43 penumpang. Namun di hari terakhir pelayarannya, diduga ada sekitar 200-an orang yang jadi penumpang kapal kayu tersebut. Tak hanya orang, kapal juga mengangkut sekitar 50-an motor.
Akibatnya, kapal pun bergerak oleng sepanjang perjalanan. Kondisi cuaca ekstrem yang saat itu sedang terjadi menambah faktor risiko pelayaran nahas pada Senin (18/6/2018) pukul 17.30. Kapal terbalik dihantam ombak hingga akhirnya karam dan tenggelam.
Pascatenggelam, ditemukan salah satu foto terakhir KM Sinar Bangun saat tengah bersandar di Pelabuhan Simanindo, Samosir, Sumatera Utara. Foto itu diabadikan sesaat sebelum KM Sinar Bangun berlayar dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras.
Dari foto itu tampak kapal motor kayu itu berukuran normal seperti kapal wisata lainnya. Daya tampungnya pun berkisar puluhan dan sulit dibayangkan jika kenyataannya memuat hampir 200-an penumpang.