Deretan Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal

Tika Vidya Utami
Ilustrasi mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. (Foto: djpk.kemenkeu.go.id)

Bahkan, lagu Teteu sudah ada sejak nenek moyang mereka mendiami Mentawai.  Dalam Bahasa Mentawai, Teteu diartikan sebagai kakek atau gempa bumi. Sementara Amusiat Loga diartikan sebagai bentuk kepanikan tupai saat terjadi gempa.

Bagi masyarakat Mentawai, Teteu merupakan salah satu penguasa bumi. Apabila Teteu murka, dia akan menggoncangkan Bumi hingga terjadi gempa. Sebelum gempa mengguncang, terdapat tanda yang disampaikan oleh binatang. Misalnya, tupai akan tampak gelisah. 

Selain itu, ayam juga akan berkotek tanpa ada sebab. Teteu Amusiast Loga ini menceritakan tentang kearifan masyarakat Mentawai guna menjaga keseimbangan alam sehingga terhindar dari bencana.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dikunjungi Dubes Boroujerdi, Jokowi Sampaikan Simpati ke Rakyat Iran

57 tahun lalu

Dubes Belanda Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Awali Tahun Baru 2026, Warga Padang Pariaman Gelar Doa Tolak Bala Dijauhkan Bencana

57 tahun lalu

Banyak Wilayah Terisolasi, Bupati Aceh Utara Minta Jangan Hanya Lokasi Viral yang Dibantu

57 tahun lalu

Warga Masih Banyak Mengungsi dan Wilayah Terisolasi, Aceh Utara Perpanjang Tanggap Darurat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal