Ketua Sekretariat Bersama, Pendeta Walden Sitanggang dalam orasinya menyampaikan bahwa konflik antara masyarakat dan PT TPL telah berlangsung selama puluhan tahun. Dia menilai negara kurang serius dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Konflik ini sudah lama, tapi negara tidak pernah hadir secara serius,” kata Walden Sitanggang.
Aksi ini juga diikuti oleh masyarakat adat yang menjadi korban konflik horizontal dengan PT TPL, mempertegas urgensi penyelesaian masalah yang telah berlarut-larut.