Hingga pukul 18.00 WIB, massa tak kunjung membubarkan diri. Polisi kemudian meminta warga untuk segera mengakhiri aksinya. Namun, imbauan itu tak dihiraukan.
Massa justru semakin kalap dan membakar dua mobil dan satu sepeda motor. Mobil yang dibakar di antaranya merupakan mobil dinas Wakapolres Madina.
Mereka melempari petugas dengan batu. Aksi itu dibalas petugas dengan tembakan water cannon serta gas air mata ke kerumunan massa.
"Negosiasi sebetulnya sudah dilakukan, namun tidak menemukan titik temu. Tuntutan massa selambat-lambatnya akan diproses selama 5 hari," katanya.
Dalam tuntutannya, warga protes atas ketidaktransparanan penggunaan dana desa, termasuk pembagian bantuan langsung tunai (BLT) selama masa pandemi Covid-19. Karena itu mereka meminta agar Kepada Desa Hendri Hasibuan mundur dari jabatannya.