"Kami sampaikan tidak ada itu. Kami minta tolong diluruskan, tidak ada keterlibatan tidak ada satu kompi TNI AD dalam rangka mengambil lembu," ujar Letkol Kav Hanung.
Dia juga menyayangkan narasi dalam video yang menyeret nama institusi TNI AD. Informasi yang beredar justru dinilai menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat karena tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya.
"Ini informasi kami terima di bulan Mei. Jadi pertengahan Mei kami sudah tahu ada permasalahan ini tetapi belum tahu ada video yang seviral itu. Kami tidak mengambil sikap karena kedua belah pihak ini sudah melaporkan kejadian ini ke Polres masing-masing," ucapnya.
Dia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Dia juga meminta semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan penyelesaian sengketa kepemilikan lembu kepada polisi.