5 Ciri Khas Sumatera Utara yang Mudah Dikenali, Nomor 3 Paling Melekat

Tim iNews
Desa Wisata Tipang, surga tersembunyi di sisi Danau Toba. (Foto: iNews)

MEDAN, iNews.id -Ciri khasSumatera Utara yang mudah dikenali harus Anda catat. Beberapa ciri khas ini bisa menjadi pengetahuan saat berkunjung ke provinsi tersebut.

Warga di Sumatera Utara tergolong beragam. Dihuni sejumlah suku, tentunya membuat wilayah ini memiliki kebudayaan yang beragam dari kuliner, senjata tradisional, bahasa hingga marga.

Berikut Ciri Khas Sumatera Utara yang Mudah Dikenali

1. Tradisi Mangongkal Holi 

Ciri Khas Sumatera Utara yang mudah dikenali selanjutnya yakni tradisi Mangongkal Holi. Upacara Mangongkal Holi merupakan bentuk penghormatan kepada orang tua yang sudah meninggal. 

Upacara ini juga bertujuan untuk mempersatukan keturunan leluhur agar dapat diketahui siapa saja yang merupakan keturunan leluhur tersebut. Namun, hingga saat itu tidak diketahui secara pasti sejak kapan upacara ini diadakan. 

Pelaksanaan upacara Mangongkal Holi biasanya memakan waktu selama tiga hari. Keluarga juga harus menyiapkan makanan dan menyembelih babi dan kerbau. Tradisi ini tergolong salah satu upacara adat terbesar dalam kebudayaan Batak.

2. Bahasa Batak

Warga Sumatera Utara mayoritas mengunakan bahasa Batak. Anda akan mudah menemukan orang berinteraksi dengan bahasa Batak di Kabupaten Asahan, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Simalungun (khususnya bagian pesisir barat), Kabupaten Dairi, Kabupaten Tapanuli Tengah,Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Karo, Kabupaten Langkat, dan bagian utara Kabupaten Deli Serdang. 

Dilansir dari portal resmi petabahasa Kemendikbud, bahasa Batak terdiri atas lima dialek, yaitu Toba, Mandailing, Simalungun, Pakpak (Dairi) dan dialek Karo.  

Uniknya, bahasa Batak juga dituturkan di wilayah provinsi lain seperti Aceh, Sumatra Barat, dan Riau. Bahasa Batak yang dituturkan di Provinsi Aceh terdiri atas lima dialek, yaitu Alas, Angkola, Mandailing,Kluet, dan Dairi. Bahasa Batak yang dituturkan di Provinsi Sumatra Barat dan Riau memiliki satu dialek, yaitu dialek Mandailing.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Natal di Tengah Bencana, Polri Ubah Posko Pengungsian jadi Tempat Ibadah Sementara

57 tahun lalu

1.000 Unit Hunian Tetap Disiapkan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut

57 tahun lalu

Korban Tewas Banjir-Longsor di Sumatra Bertambah jadi 1.016 Orang, 212 Hilang

57 tahun lalu

LAZ Gerakin Salurkan Bantuan Ribuan Paket Logistik ke Korban Banjir Aceh dan Sumut

57 tahun lalu

Update Terkini Korban Bencana Aceh dan Sumatera: 836 Orang Tewas, 518 Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal