5 Kearifan Lokal Sumatera Utara, Nomor 3 Ada Potong Babi dan Kerbau

Nani Suherni
Kearifan Lokal Sumatera Utara selanjutnya yakni Fahombo atau Hombo Batu (foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id -Kearifan lokalSumatera Utara terus dilestarikan selain sebagai simbol kebudayaan. Beberapa kearifan lokal yang masih menonjol yakni upacara adat.

Sumatera Utara yang dihuni sejumah suku tentunya menciptakan kebudayaan yang beragam. Bahkan, hasil budaya ini menjadi sebuah kearifan lokal.

Diketahui jika kearifan lokal merupakan ciri khas dan nilai suatu masyarakat yang menempati satu daerah. Sifatnya juga diwariskan kepada anak cucu hingga mendarah daging.

Berikut Kearifan Lokal Sumatera Utara

1. Tarian Gundala-Gundala

Gundala-Gundala yakni sebuah tarian yang berasal dari Suku Karo. Disebutkan dalam portal resmi Budaya Indonesia, tarian ini digunakan sebagai ritual pemanggil hujan dalam upacara Ndilo Wari Udan ketika terjadi kemarau panjang.

Terciptanya kearifan lokal Sumatera Utara ini berawal dari seorang raja bernama Sibayak. Saat itu, sang raja bertemu dengan seekor burung raksasa. Rupanya burung itu jelmaan seorang pertapa sakti bernama Gurda Gurdi. 

Dia pun membawa pulang Gurda Gurdi dan dijadikan sebagai penjaga putrinya. Burung Gurda Gurdi ini ternyata memiliki kekuatan yang bersumber pada paruhnya. 

Namun, tanpa sengaja paruh tersentuh oleh sang putri.  Gurda Gurdi menjadi marah besar dan memberontak. Mengetahui hal tersebut, Raja Sibayak mengutus pasukannya untuk menyerang Gurda Gurdi hingga mati.

Kematian Gurda Gurdi rupanya menimbulkan kesedihan bagi masyarakat Karo hingga langit pun hujan lebat seolah-olah ikut menangis. Lewat cerita itu, akhirnya muncul ritual Gundala-Gundala.

Biasanya para penari yang ikut dalam ritual ini akan mengenakan aksesoris berupa topeng dan pakaian khusus yang unik.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ricuh! Massa Demo Bawa Babi ke Polresta Sorong Berujung Nyaris Bentrok dengan Polisi

57 tahun lalu

Natal di Tengah Bencana, Polri Ubah Posko Pengungsian jadi Tempat Ibadah Sementara

57 tahun lalu

1.000 Unit Hunian Tetap Disiapkan untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut

57 tahun lalu

Korban Tewas Banjir-Longsor di Sumatra Bertambah jadi 1.016 Orang, 212 Hilang

57 tahun lalu

LAZ Gerakin Salurkan Bantuan Ribuan Paket Logistik ke Korban Banjir Aceh dan Sumut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal