“Kalau ada yang bilang tidak digaji, itu tidak benar. Soal uangnya, memang sedang diproses,” ucapnya.
Gubernur sekaligus menyampaikan insentif yang akan diberikan pemerintah kepada petugas di RS rujukan, mulai dari dokter spesialis, dokter umum, perawat/bidan serta tenaga kesehatan lainnya.
Edy mengakui ada sedikit kekhawatiran saat akan masuk ke dalam gedung RS Martha Friska. Namun baginya, semua yang bertugas merupakan anak-anaknya, rakyat Sumut. Dan sama sekali tak terlihat rasa takut dari mereka untuk mengabdi sebagai benteng terakhir melawan Covid-19.
“Takut itu pasti, tetapi mereka ini anak-anak saya, para petugas. Mereka saja tak khawatir. Mereka semangat mengabdi. Saya gubernur masa nggak berani. Banyak orang yang protes memang, selain kondisi usia saya dan sedang puasa. Tetapi saya harus buktikan ini semua, selama protokol kesehatan saya ikuti,” katanya.
Seusai meninjau pasien ke dalam RS dan bertemu langsung dengan petugas kesehatan di halaman gedung, Edy juga menyempatan diri menemui para petugas keamanan yang berjaga di halaman parkir dan pintu gerbang RS. Dia memberi motivasi kepada personel Satpol PP dan TNI/Polri agar tetap semangat mengawal penanganan Covid-19 hingga tuntas.