“Kami akan segera periksa saksi-saksi, baik itu kakek korban dan memeriksa kembali saksi dari pihak sekolah, yakni wali kelas korban,” katanya.
Selain itu, polisi juga akan menyelidiki siapa saja teman-teman korban yang mengetahui kejadian tersebut.
“Kami masih dalami siapa saja teman korban yang mengetahui peristiwa tersebut dan akan lakukan gelar perkara,” ucapnya.
Diketahui, korban meninggal dunia sejak 2 pekan lalu. Awalnya orang tua korban menganggap anaknya meninggal secara wajar akibat sakit.
Namun belakangan diketahui kalau sebelum meninggal, almarhum menjadi korban perundungan (bully) sejumlah teman sekolah. Bahkan disebut-sebut sempat dikeroyok.