"Pelaku emosi tak terima dimarahi istrinya dan membanting HP miliknya lalu pergi ke warung tuak," ujar Welas.
10 menit berselang, pelaku yang diduga sudah mabuk dan masih dalam keadaan emosi kembali datang ke rumah saksi Welas untuk mencari istrinya. Namun karena istrinya sudah tidak ada di rumah tersebut, dia meluapkan emosinya dengan membacok anak tiri dan cucunya menggunakan pisau egrek sawit yang sudah disiapkan.
Karena mengalami luka serius, kedua korban dirujuk ke RS Bina Kasih Medan. Sementara pelaku dirawat di RS Trianda dengan sejumlah luka robek di bagian lengan, pipi dan pelipis mata akibat dihakimi warga yang terpancing emosi atas perbuatannya.