SIBOLGA, iNews.id – Proses pembagian dana bantuan rehab rumah yang terdampak ledakan bom di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), menuai protes warga. Mereka merasa ada ketidakadilan dalam penyaluran bantuan karena tak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Seorang warga Nurbaiti mengungkapkan, kondisi bangunan rumahnya mengalami kerusakan cukup berat lantaran berada persis di belakang rumah terduga teroris yang meledakkan diri. Dinding dan atapnya jebol, bahkan bagian dapurnya hancurnya berantakan.
“Saya hanya menerima bantuan Rp5 juta, tetangga yang lain mendapat Rp25 juta. Saya tak bisa terima hal ini. Ini tak adil, rumah saya rusak berat,” ujarnya, Selasa (19/3/2019).
Tak hanya penerimaan bantuan dana yang tidak sesuai, beberapa rumah warga terdampak ledakan bom justru ada yang sama sekali tak memeroleh dana rehab bantuan Presiden tersebut.
Hal ini dialami Irwansyah. Dia yang tinggal menyewa rumah di dekat lokasi ledakan bom tak mendapat bantuan tersebut. Saat dikonfirmasi ke kelurahan, dia tak menerima bantuan karena belum memiliki KK dan tercatat sebagai warga Kelurahan Pancuran Bambu.