Adopsi Perkebunan Sawit Berkelanjutan, 2 Asosiasi Petani di Tapsel Terima Sertifikasi RSPO

Kastolani Marzuki
Asosiasi petani kelapa sawit di Tapanuli Selatan menerima sertifikasi RSPO. (Foto: ist)

“Sebelum program dimulai, produktivitas kelapa sawit di kebun petani sangat rendah yakni sekitar 10-13 ton per hektare dari potensi 24 ton per hektare karena belum diterapkannya praktik budidaya yang berkelanjutan,” ungkap Field Program Manager Konservasi Indonesia, Isner Manalu. 

Pendampingan yang dilakukan secara konsisten sejak tahun 2018 kepada petani sawit mandiri dimulai dari program Good Growth Partnership (GGP), bekerjasama dengan UNDP dan pemangku kepentingan lainnya. 

Petani memelajari praktik-praktik budidaya kelapa sawit lestari (Good Agricultural Practices/GAP) dan konservasi tanah dan air, sekaligus mengenal tentang sertifikasi, baik ISPO maupun RSPO. 

“Hingga tahun 2020, pendampingan masih berfokus pada penerapan praktik budidaya berkelanjutan,” kata Isner.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ibu dan Anak Korban Longsor Tapanuli Selatan Ditemukan Tewas Setelah 2 Hari Pencarian

57 tahun lalu

Kasus Tambang Emas Ilegal di Tapsel, 2 Orang Ditetapkan Tersangka

57 tahun lalu

Polda Sumut Bongkar Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel-Madina, 17 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

TNI AD Bantu Bersihkan Sekolah Terdampak Bencana di Tapteng dan Tapsel

57 tahun lalu

Warga Tapsel Berlarian Sambut Prabowo di Jembatan Bailey Sungai Garoga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal