“Alhamdulillah kami mendapat bantuan 200 ekor ayam dari Kebun Binatang Gembira Loka,” katanya.
Putrama menuturkan, dalam sebulan operasional kebun binatang membutuhkan dana Rp100 juta untuk perawatan satwa. Biaya ini belum termasuk gaji pegawai yang kini telah dirumahkan.
Kendati demikian, dia mengungkapkan saat ini tidak ada satwa yang kelaparan. Pengelola tetap berupaya mencari dana operasional meski sampai kelimpungan. Karena itu sempat menggalang donasi melalui kalangan SKPD Kota Medan untuk kebutuhan makan ratusan satwa tersebut.
"Alhamdulillah tak ada binatang yang kelaparan. Pengelola Medan Zoo mereka cara seperti utang sana sini untuk makanan hewan. Dan di akhir April ini, kami coba menghimpun dana melalui koin untuk makanan satwa,” ucapnya.
Menurutnya, selama ini tidak ada APBD Kota Medan yang dianggarkan untuk Kebun Binatang Medan. Mereka sepenuhnya bergantung pada retribusi. Dengan kondisi ini, pengelola berharap ada solusi dari Pemkot Medan. Karena jika tidak, berbagai macam satwa ini terancam kelaparan.
"Dari pemkot masih usahakan regulasinya, namun beberapa kali pertemuan belum ada kesepakatan. Nanti akan dibahas kembali,” kata Putrama.
Dia berharap pandemi Covid-19 ini cepat berakhir sehingga kebun binatang bisa beroperasi seperti biasa. Saat ini, Kebun Binatang Medan membuka donasi resmi untuk menolong satwa yang terancam kelaparan. Donasi bisa diserahkan atau dijemput langsung manajemen.