Warga Muarojambi Tolak TNI di Kamp Perkebunan Sawit PT BSS, Ini Kata Danramil

Azhari Sultan
Ratusan warga mendatangi kamp perkebunan kelapa sawit milik PT BBS di Muarojambi. Mereka menolak kehadiran anggota TNI di lokasi tersebut, Minggu (15/6/2025). (Foti: iNews)

Dia menjelaskan, luas lahan yang disengketakan mencapai 797 ha berdasarkan Perbup Nomor 16 Tahun 2018.

Seorang warga, Hanafi menambahkan, bahwa konflik lahan masyarakat dengan PT BBS ini sudah masuk di ranah pengadilan. "Saat sidang di pengadilan tidak ada satupun pihak perusahaan yang datang," ungkapnya.

Terkait kehadiran TNI di perkebunan perusahaan, mereka menolaknya karena menilai TNI berasal dari rakyat dan untuk rakyat. "Kami menolak kehadiran TNI di perkebunan perusahaan. Tugas TNI adalah mengamankan negara bukan perusahaan," ujarnya.

Warga lainnya yang tidak mau disebut namanya menilai, kemungkinan yang datang adalah Satgas Garuda PKH (Penertiban Kawasan Hutan).

"Satgas Garuda itu adalah bentukan Pak Presiden. Atas dugaan lahan yang diambil oleh perusahan secara ilegal. Diambil negara dan nanti akan diperuntukan untuk masyarakat," tuturnya. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tolak Kehadiran TNI, Ratusan Warga di Muarojambi Datangi Kamp Perkebunan Sawit PT BBS

57 tahun lalu

Kerusuhan Pecah di Siak, Bupati Kritik PT SSL Lamban Tangani Konflik Lahan

57 tahun lalu

Konflik Lahan di Konawe Selatan, Petani Dibacok Karyawan Perusahaan Sawit

57 tahun lalu

Duduk Perkara Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung Utara

57 tahun lalu

Viral Puluhan Anggota TNI Bentrok dengan Warga di Lampung Utara, 8 Orang Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal