Warga Beralih ke Telur Pecah karena Harganya Relatif Murah

Antara
Pedagang makanan di OKU beralih ke telur pecah karena harganya murah. (Foto: Ist)

Linda mengaku, omzet penjualan telur pecah tersebut meningkat drastis mencapai 50 persen dengan rata-rata penjualan 30-40 kg per hari. "Biasanya paling banyak per hari hanya 15 kilogram telur pecah yang terjual," ujarnya.

Ana, salah seorang pembeli mengaku sengaja membeli telur pecah karena harganya lebih murah dari telur ayam biasa.

"Sejak harga telur meroket saya memilih membeli telur pecah karena lebih murah dan kualitasnya pun layak dikonsumsi. Hanya kulit telurnya saja yang retak dan sedikit pecah," katanya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sumsel Antisipasi Karhutla dengan Maksimalkan Pemanfaatan Aplikasi Asap Digital

57 tahun lalu

Dukung Ketahanan Energi, Pertamina Resmikan Stasiun Pengumpul di Sumsel

57 tahun lalu

Penyerapan APBN di Sumsel Melambat Dibandingkan Tahun Lalu

57 tahun lalu

Briptu Husein, Anggota Polda Sumsel yang Dipersiapkan Ikut MTQ di Banjarmasin

57 tahun lalu

BMKG: Mayoritas Wilayah Sumsel Cerah Berawan Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal