Warga Beralih ke Telur Pecah karena Harganya Relatif Murah

Antara
Pedagang makanan di OKU beralih ke telur pecah karena harganya murah. (Foto: Ist)

OKU, iNews.id - Sejak harga telur ayam meroket menembus angka Rp28.000 per kilogram (kg), sejumlah warga beralih membeli telur pecah karena harganya relatif lebih murah. Pembeli sebagian besar pedagang makanan.

"Sepekan setelah Lebaran Idul Fitri, peminat telur pecah mulai banyak karena harga telur naik drastis," kata Linda, salah seorang pedagang sembako di Pasar Atas Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu (1/6/2022).

Dia mengatakan, pasca-harga telur ayam naik dari Rp21.000/kg setelah Lebaran lalu, sebagian besar pembeli lebih memilih membeli telur pecah karena lebih murah.

"Masyarakat mulai berdatangan sejak pagi ke toko sembako untuk mencari telur pecah," katanya.

Pembeli yang mayoritas pedagang makanan ini lebih memilih membeli telur pecah untuk bahan membuat makanan pempek telur.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sumsel Antisipasi Karhutla dengan Maksimalkan Pemanfaatan Aplikasi Asap Digital

57 tahun lalu

Dukung Ketahanan Energi, Pertamina Resmikan Stasiun Pengumpul di Sumsel

57 tahun lalu

Penyerapan APBN di Sumsel Melambat Dibandingkan Tahun Lalu

57 tahun lalu

Briptu Husein, Anggota Polda Sumsel yang Dipersiapkan Ikut MTQ di Banjarmasin

57 tahun lalu

BMKG: Mayoritas Wilayah Sumsel Cerah Berawan Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal