Pemerintah Arab Saudi juga menutup makam Rasulullah dan dua sahabatnya, Abu Bakar Siddiq dan Umarh Bin Khattab.
Kementerian Kesehatan sebelumnya mengumumkan lima orang Saudi yang dinyatakan positif COVID-19 setelah kembali dari Iran, melalui Bahrain dan Kuwait, tanpa mengungkapkan bahwa mereka pernah berada di Iran.
Sebuah sumber resmi di Kerajaan Saudi mengecam tindakan tidak bertanggung jawab dari mereka yang mengizinkan warga Saudi masuk ke Iran tanpa membubuhkan paspor mereka pada saat ada wabah virus di negara itu.
Pejabat Saudi mendesak semua warga yang mengunjungi Iran baru-baru ini untuk menghubungi nomor bebas pulsa Kementerian Kesehatan (937), sehingga tindakan pencegahan kesehatan dapat diambil. Warga Saudi di Iran saat ini didesak melaporkan kunjungan mereka segera setelah kembali.
Pejabat itu menegaskan, warga negara Saudi tidak boleh melakukan perjalanan ke Iran dengan alasan apa pun, dan siapa pun yang mengabaikan aturan ini akan menghadapi dampak hukum yang serius.
Dia meminta otoritas Iran mengungkapkan identitas warga negara Saudi yang secara ilegal mengunjungi Iran sejak 1 Februari, dan menambahkan bahwa mereka bertanggung jawab penuh atas semua warga Saudi yang gagal melaporkan kunjungan mereka dan terinfeksi di Iran.