Atas kesepakatan dari pihak keluarga, jenazah SW langsung dimakamkan secara agama Islam dan tidak menggunakan protokol Covid-19.
Usut punya usut, pemakaman itu terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan (Sumsel). Pemakaman itu yang dilakukan pada bulan Mei lalu, tepatnya Kamis (21/5/2020) malam.
Atas kejadian tersebut, Eka anak almarhumah mengaku meminta pertanggungjawaban pihak terkait, terlebih atas pernyataan yang menyebutkan almarhumah orang tuanya terjangkit virus corona.
"Kalian yang di Rumah Sakit akan saya tuntut semua. Siapa yang bertanggungjawab yang menyebutkan ibu saya terkena corona, mana buktinya. Sejak 2015 ibu sudah mengalami penyakit diabetes," kata Eka, Kamis (4/6/2020).
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten PALI, Junaidi Anuar mengatakan, selama prosesi pemakaman pihaknya sudah menjalani sesuai protokol Covid-19, namun apa yang terjadi di lapangan merupakan sebuah ketidaksengajaan.
Adanya kelalaian dalam pelaksanaan, kata Anwar, pihaknya atas nama Gugus Tugas memohon maaf kepada pihak keluarga dan masyarakat.
"Itu terjadi diluar dugaan kami, dan tidak sama sekali ada faktor kesengajaan. Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kejadian ini akan kami jadikan pembelajaran," kata Junaidi.