"Penghentian operasional tidak hanya disebabkan kosongnya suplai penumpang, namun juga memperhatikan status kewaspadaan Covid-19 di daerah-daerah tersebut terutama daerah zona merah," kata dia.
Sementara okupansi bus diakuinya anjlok hingga 100 persen sejak Maret 2020, akibatnya ada 80 sopir yang biasa membawa 100 armada Damri Palembang terpaksa tidak lagi rutin bekerja, saat ini para sopir hanya berjaga jika ada penumpang ingin ke Jakarta.
"Sopir tetap mendapat gaji, tapi mungkin disesuaikan dengan kondisi keuangan," kata dia.
Pihaknya mengaku belum dapat memastikan batas waktu penghentian operasional beberapa rute tersebut mengingat pemerintah pusat dan daerah masih membatasi mobilitas masyarakat.
"Kami berharap kondisi ini segera pulih agar para sopir dapat bekerja kembali," kata Bambang.