Sejak kemunculan harimau besar itu, Nupis bersama lima petani lainnya tidak berani keluar pondok. Mereka kemudian menghubungi keluarganya untuk dijemput dari kebun.
Kapolsek Dempo Selatan, Iptu Zaldi mengatakan, keenam petani cabai itu dievakuasi setelah ada laporan warga lantaran takut diterkam harimau. “Kami terima laporan dari warga ada petani yang terjebak di pondok karena melihat ada harimau,” ucapnya.
Dari hasil penyisiran polisi dan BKSDA Lahat, kata dia, ditemukan tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar areal kebun tersebut.
Terkait hal itu, Iptu Zaldi mengimbau agar para petani yang masih berada di dalam kebun untuk segera turun dan kembali ke desa masing-masing. “Ya, kami imbau petani untuk sementara turun duru dari kebun,” ucapnya.