Dinkes OKI juga siaga dalam tindakan tracing, testing, dan treatment (3T) bagi warga terpapar Covid-19. Untuk selanjutnya dirujuk ke Wisma Karantina Teluk Gelam atau rumah sakit rujukan Covid-19.
Sementara untuk fasilitas kesehatan tingkat I, seperti Puskesmas, fokus pada layanan kesehatan masyarakat. Puskesmas melayani pasien umum namun mereka lakukan 3T untuk selanjutnya dirujuk ke Wisma Teluk Gelam, RS Pratama Tugu Jaya atau RSUD Kayuagung.
Sebelumnya, Bupati Kabupaten OKI Iskandar mengatakan semua pihak harus waspada terhadap potensi peningkatan BOR rumah sakit rujukan Covid-19. “Keseluruhan BOR di OKI masih flat beberapa pekan terakhir tapi kita jangan terlena harus ada persiapan dan antisipasi,” kata Iskandar.
Iskandar menginstruksikan agar memenuhi harapan pemerintah pusat yakni ketersediaan BOR mencapai 50 persen.
Direktur RSUD Kayuagung Asri mengatakan pihaknya menyediakan 28 tempat tidur untuk pasien Covid-19. Awalnya hanya 5 tempat tidur khusus pasien Covid-19, lalu ditambah jadi 17 tempat tidur, saat ini tersedia 28 tempat tidur.
RSUD Kayuagung akan menambah kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19 jika penambahan kasus terus naik “Total ada 244 tempat tidur perawatan. Keterisian pasien umum mencapai 56 orang. Jadi kami siap jika harus menambah tempat perawatan khusus pasien Covid-19,” ujarnya.