Tak Diusung PDIP di 2024, Ganjar Berpotensi Dicapreskan Parpol Lain

Abdul Rochim
Ganja Pranowo. (Foto: Dok)

"Itu semuanya serba mungkin. Di politik itu selalu dinamis dan selalu cair. Dan biasanya partai-partai politik itu, partai mana pun itu akan mencari sosok atau figur yang memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi. kedua, kalau bisa tidak berkasus atau relatif kasusnya sedikit sehingga minim diserang oleh lawan politik," tuturnya.

Persoalan lain yang tidak kalah pelik adalah kemungkinan Ganjar bakal terganjal oleh restu Megawati. Ujang bahkan mengaku mendengar kabar bahwa Megawati kurang berkenan dengan meroketnya elektabilitas Ganjar. "Kemarin saya dapat kabar dari orang dalam PDIP, dalam satu pertemuan dengan Megawati dan Ganjar, di situ ada Effendi Simbolon (politikus PDIP), dan ketika Ganjar masuk, Effendi Simbolon mengatakan, 'ini calon presiden kita'. Lalu Megawati mukanya langsung merah. Artinya tidak berkenan dalam konteks itu," tuturnya.

Ujang menilai, kejadian itu sudah bisa dijadikan sebagai indikasi bahwa Ganjar akan mengalami kesulitan dalam mendapatkan restu politik dari Megawati Soekarnoputri sebagai pemegang kendali tertinggi di partai berlambang banteng moncong putih.

Apakah jika Ganjar nantinya nekat maju lewat kendaraan parpol lain justru menjadi blunder politik karena selama ini Ganjar dibesarkan oleh partai banteng moncong putih? "Itulah yang sulit, tapi saya melihat Ganjar lagi bergerak, bukan hanya lagi meningkatkan elektabilitasnya, tapi bisa juga elektabilitasnya lagi dikatrol, bisa saja misalkan. Kita ini memahami psikologis lembaga survei," katanya.

Ujang mengatakan, jika survei Ganjar Pranowo selalu berada di posisi tertinggi di semua lembaga survei, kemudian ketika dia maju lewat partai lain apakah tetap tinggi elektabilitasnya, hal ini masih menjadi pertanyaan. "Tapi biasanya para politisi itu akan mengambil langkah di tikungan, di akhir-akhir, bermain di ujung," katanya.

Pertemuan Ganjar dengan AHY, misalnya, hal itu juga bisa dimaknai sebagai upaya Ganjar dalam meningkatkan elektabilitas. "Apalagi AHY kita tahu bagian dari parpol (Demokrat) yang tidak disukai PDIP, lawan politik PDIP, lalu ketemu hari ini, itu sebenarnya menjadi hal yang complicated juga bagi Ganjar. Saya melihat Ganjar ini sedang mem-push elektabilitasnya hingga tinggi sehingga nanti partai mana pun yang akan meminang, dia akan ambil, meskipun bukan PDIP. Bahwa nanti menang atau kalah, itu lain persoalan karena ini sifatnya politik, apa pun bisa terjadi," tuturnya.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Politikus PDIP Minta Polisi Tegas Terhadap Kelompok Dinilai Mengganggu Ketertiban Umum

57 tahun lalu

Tutup Pintu ke PDIP, Akhyar Akan Akhiri Karir Politik di Demokrat

57 tahun lalu

Trump Akan Kembali Maju di Pilpres 2024 Jika Biden Resmi Dilantik Jadi Presiden AS

57 tahun lalu

Kabar Duka, Prasetyowati Tyas Purwani Kakak Kandung Ganjar Pranowo Meninggal

57 tahun lalu

41 Daerah Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2024, Ganjar: Biasanya Menang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal