Sumsel Alami Peningkatan Kemiskinan Ekstrem Imbas Pandemi Covid-19

Dede Febriansyah
Kemiskinan Ekstrem di Sumsel meningkat. (Foto: Ilustrasi/Ist)

PALEMBANG, iNews.id - Pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir menyebabkan peningkatan angka kemiskinan ekstrem di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat, bahwa peningkatan tersebut mencapai 0,5 persen, dari tahun 2021 3,14 persen menjadi 3,19 persen di tahun 2022.

Kepala BPS Sumsel Zulkipli mengatakan, peningkatan angka kemiskinan disebabkan kondisi pandemi Covid-19, sehingga penduduk hidup di bawah garis kemiskinan semakin mengalami tekanan saat pandemi.

"Pendapatan orang-orang yang berada di bawah itu ada tekanan, saat masa pandemi mereka belum bisa keluar dari area kemiskinan itu," ujarnya, Kamis (12/1/2023).

Menurutnya, kemiskinan dibedakan dalam dua bentuk yakni kemiskinan ekstrem dan kemiskinan biasa. Untuk kemiskinan ekstrem adalah mereka memiliki pendapatan 1,9 dollar Amerika atau setara Rp22.000 per hari.

Cara agar masyarakat miskin dapat keluar dari zona kemiskinan salah satunya dengan program pemerintah lewat subsidi yang tepat sasaran.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Karyawati LRT Sumsel Dihajar Begal Tak Jauh dari Kantor Polisi dan Jaksa

57 tahun lalu

Heboh Pemerkosa Siswi SMA Hanya Dituntut 7 Bulan, Kejati Sumsel Panggil Kejari Lahat

57 tahun lalu

Polda Sumsel Larang Pesta Organ Tunggal Mainkan Musik Remix

57 tahun lalu

Waduh! Daftar Tunggu Haji di Sumsel Capai 20 Tahun

57 tahun lalu

Sumsel Kekurangan Dokter Spesiali, Warga Terpaksa ke Kota Tetatangga untuk Berobat 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal