Menurut sejarah, suku ini berasal dari keturunan Raja Darmawijaya (Majapahit) yang menyeberang ke Palembang (Pulau Perca) di mana suku ini tersebar di bukit Barisan khususnya di lereng-lereng. Pasemah sendiri diartikan berasal dari kata Basemah yang berarti berbahasa Melayu.
Suku Sekayu terletak di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, yang jika diartikan Suku Sekayu merupakan “Manusia Sungai” dan senang mendirikan rumah-rumah yang langsung berhubungan dengan Sungai Musi.
Tidak seperti suku lainnya yang ada di Indonesia seperti suku Bugis, Minangkabau ataupun Jawa, suku Sekayu jarang berpindah-pindah ke tempat yang jauh. Keinginan untuk lebih maju dan mencari keberuntungan pun mereka lakoni hanya sampai di Ibukota Provinsi.
Suku ini terutama tinggal di Kabupaten Musi Banyuasin yaitu di Kecamatan Babat Toman, Banyu Lincir dan Banyuasin 2 dan 3. Umumnya mereka tinggal di dataran rendah yang diselingi rawa-rawa dan berada di daerah aliran sungai.
Selain itu juga, mereka pun masih percaya terhadap hal-hal takhayul, tempat keramat dan benda-benda berkekuatan gaib. Mereka juga menjalani beberapa upacara dan pantangan.