Kelompok suku ini memenuhi 40-50 persen daerah di Kota Palembang. Suku ini pun terbagi dua kelompok yaitu kelompok wong jero yang merupakan keturunan para bangsawan atau sedikit lebih rendah dari orang-orang istana kerajaan tempo dulu yang berpusat di Palembang. Selanjutnya adalah kelompok wong jabo yang merupakan rakyat biasa.
Menurut seorang ahli yang juga keturunan raja megakui bahwa suku Palembang merupakan hasil dari peleburan bangsa Arab, China, suku Jawa dan kelompok-kelompok suku yang ada di Indonesia. Suku Palembang sendiri memiliki dua ragam bahasa yaitu Baso Palembang Alus dan Baso Palembang Sari-Sari.
Suku Palembang biasanya menetap di dalam rumah yang didirikan di atas air atau dikenal dengan rumah rakit terapung, sedangkan model arsitektur rumah Palembang yang paling khas adalah rumah Limas yang kebanyakan didirikan berupa panggung di atas air yang berfungsi untuk melindungi keluarga dari banjir yang sering terjadi akibat luapan sungai Musi.
Suku Gumai adalah salah satu suku yang mendiami daerah di Kabupaten Lahat. Sebelum adanya Kota Lahat, Gumai merupakan satu kesatuan dari teritorial Gumai yaitu marga Gumai Lembak, marga Gumai Ulu dan marga Gumai Talang.
Setelah adanya Kota Lahat, maka Gumai menjadi terpisah. Gumai Lembak dan Gumai Ulu menjadi bagian dari Kecamatan Pulau Pinang sedangkan Gumai Talang menjadi bagian dari Kecamatan Kota Lahat.