Hungaria Sebut Belanda Bermental Penjajah, Ada Apa?

Muhaimin
Para demonstran di Budapest menentang UU baru yang dinilai anti LGBT. (Foto: Reuters)

BUDAPEST, iNews.id- Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orban mengecam dan menyebut Belanda bermental kolonial atau penjajah. Hungaria juga meminta Belanda untuk tidak menyampuri politik di Budapest.

Kecaman ini disampaikan setelah PM Belanda Mark Rutte meminta Budapest menghormati hak-hak LGBT atau meninggalkan Uni Eropa (UE). Diketahui Budapest disebutkan mengambil langkah mencegah penggambaran homoseksualitas kepada anak di bawah umur.

“Ini adalah pendekatan kolonial,” kata Orban yang ditujukan kepada PM Rutte. "Mereka tidak memikirkan apa yang bisa dan tidak bisa mereka katakan tentang negara lain dan hukum negara lain," katanya lagi seperti dikutip Russia Today,Jumat (2/7/2021).

Pekan lalu, Rutte, selama pertemuan puncak Uni Eropa, menantang Orban untuk meninggalkan blok Uni Eropa, mencatat bahwa kebijakan dan perspektif Budapest jelas tidak sejalan dengan blok Eropa tersebut.

"Hungaria tidak punya urusan lagi di Uni Eropa,” kata Rutte, menambahkan bahwa itu adalah niat UE untuk membuat Budapest bertekuk lutut pada hak-hak LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sumsel Berpotensi Alami Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

57 tahun lalu

Diimbangi Hungaria, Jerman Tetap Lolos ke Babak 16 Besar Euro 2020

57 tahun lalu

LGBT Dinilai Langgar Moral, KSAL Ancam Pecat Prajurit yang Ketahuan Gay dan Lesbian

57 tahun lalu

KSAL Ancam Pecat Prajurit yang Terbukti LGBT

57 tahun lalu

Kampanye Virtual LGBT di London Tuai Kecaman Umat Nasrani

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal