Situasi di Lebanon Memburuk dengan Cepat, Warga Marah Atas Kenaikan Harga

Syarifudin
Massa melempari kendaraan militer Lebanon dengan batu dalam aksi protes dipicu krisis keuangan yang melanda. (Foto: Ist)

Prancis, Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) meminta politisi Lebanon segera membentuk Kabinet dan merencanakan konferensi internasional untuk membantu menstabilkan Lebanon setelah serangkaian krisis.

“Semua pihak terkait perlu bekerja dengan urgensi untuk membentuk pemerintahan yang mampu melaksanakan reformasi dengan segera,” tweet Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken.

Pernyataan itu datang saat ketidakpastian besar bagi Lebanon setelah Perdana Menteri yang ditunjuk, Saad Hariri, mengundurkan diri pada Kamis karena ketidaksepakatan dengan presiden tentang bentuk Kabinet.

Hariri tidak mendukung orang lain untuk mengambil posisi tersebut. Ratusan pendukungnya melakukan kerusuhan di jalan-jalan, memblokir jalan-jalan utama dan melemparkan batu.

Pada Jumat pagi, pound Lebanon mencapai titik terendah baru, mencapai 23.400 per dolar di pasar gelap.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gandeng TNI, Sumsel Mulai Optimasi dan Intensifikasi Lahan Pertanian

57 tahun lalu

Antisipasi Covid-19 di Perairan, Polairud Polda Sumsel Siagakan Ambulans Terapung

57 tahun lalu

Jalan Menuju Bengkulu Rusak, Segini Anggaran Perbaikan yang Disiapkan Sumsel

57 tahun lalu

Krisis Ekonomi, Kemiskinan Meningkat Warga Lebanon Makan Sayur

57 tahun lalu

Lebanon Krisis Ekonomi: Kain Bekas Jadi Pembalut hingga Tentara Sewakan Helikopter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal