Prancis, Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) meminta politisi Lebanon segera membentuk Kabinet dan merencanakan konferensi internasional untuk membantu menstabilkan Lebanon setelah serangkaian krisis.
“Semua pihak terkait perlu bekerja dengan urgensi untuk membentuk pemerintahan yang mampu melaksanakan reformasi dengan segera,” tweet Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken.
Pernyataan itu datang saat ketidakpastian besar bagi Lebanon setelah Perdana Menteri yang ditunjuk, Saad Hariri, mengundurkan diri pada Kamis karena ketidaksepakatan dengan presiden tentang bentuk Kabinet.
Hariri tidak mendukung orang lain untuk mengambil posisi tersebut. Ratusan pendukungnya melakukan kerusuhan di jalan-jalan, memblokir jalan-jalan utama dan melemparkan batu.
Pada Jumat pagi, pound Lebanon mencapai titik terendah baru, mencapai 23.400 per dolar di pasar gelap.