Sejak beredar luasnya video percobaan penculikan anak di berbagai jejaring medsos itu, banyak orang tua yang datang ke sekolah untuk menjemput anaknya lebih cepat.
"Kami orang tua berkoordinasi dengan kepala sekolah dan wali murid. Jika kami tak bisa jemput, kami lapor siapa nanti yang bisa jemput," kata salah satu orang tua, Petty.
Sementara itu, PT Pertamina EP Asset II Prabumulih yang membawahi yayasan pendidikan, mengklaim sudah menempatkan tenaga pengamanan untuk menjaga agar tidak ada terjadi penculikan pelajar.